Kamu pasti bertanya kenapa acara televisi sekarang ini tidak ada yang bagus kan? Sama aku juga heran dengan kualitas program TV sekarang ini.
Disini aku tidak ingin menjelaskan mengapa begitu banyak pihak asing yang ingin menghancurkan moral bangsa lewat siara-siaran televisi. Aku tidak ingin menjelaskan betapa lemahnya perlindungan negara kita yang sanggup menjual moral kita kepada televisi asing. Aku juga tidak ingin menjelaskan bagaimana cara televisi memasukkan pesan-pesan negatifnya ke dalam kepalamu. Satu-satunya hal yang ingin aku ingin kamu pahami adalah mengapa kita harus memarikan, menghancurkan dan meninggalkan televisi sekarang juga.
ORANG SUKSES TIDAK NONTON TELEVISI
Coba cari orang sukses mana yang mengajari anaknya untuk nonton TV. Orang yang sukses tahu TV hanya membuang-buang waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk membuat perubahan dan kemajuan. Kalaupun ada orang sukses yang tetap menyarankanmu untuk menontonnya, itu pasti karena mereka pikir, “semakin banyak yang bodoh semakin bagus.” Satu-satunya hal yang memungkinkan mereka untuk berkata begitu adalah karena mereka tidak ingin ada terlalu banyak orang pintar yang kelak akan menjadi saingannya kelak. Jadi apa kamu masih mau menonton juga?
TIDAK BAIK UNTUK MORAL BANGSA
Coba hitung lagi berapa anak yang sudah mulai rajin membentak orang tuanya? Coba hitung lagi seberapa pesat peningkatan angka kriminalitas sejak TV mulai menyiarkan step by step cara melakukan suatu kejahatan lewat acara Investigasinya. Coba pikir lagi, siapa diantara kalian yang mulai meninggalkan agama dan memanggil teman kalian yang bicara agama dengan sebutan ustad? Bukankah itu semua terjadi karena televisi terus saja memperolok-olokkan Ustad dan agama?
TIDAK ADA FILTER
Siapa bilang kalian masih bisa memfilter mana yang baik mana yang buruk? Kenyataannya adalah, sedikit sekali orang yang masih bisa memfilter mana yang baik dan yang buruk di depan televisi.
Kalian pikir hanya anak-anaklah satu-satunya orang yang tidak mampu memfilter apa yang disajikan di televisi. Kalian pikir setelah cukup dewasa kalian bisa cukup bijaksana memisahkan mana yang baik dan yang buruk. Kalian merasa cukup tahu, si anu tokoh yang baik dan boleh ditiru dan si anu tokoh yang jahat yang tidak pantas ditiru. Padahal? Nggak ngaruh kali.
Coba hitung lagi berapa anak yang sudah mulai rajin membentak orang tuanya? Coba hitung lagi seberapa pesat peningkatan angka kriminalitas sejak TV mulai menyiarkan step by step cara melakukan suatu kejahatan lewat acara Investigasinya. Coba pikir lagi, siapa diantara kalian yang mulai meninggalkan agama dan memanggil teman kalian yang bicara agama dengan sebutan ustad? Bukankah itu semua terjadi karena televisi terus saja memperolok-olokkan Ustad dan agama?
Oh iya maaf, maaf, kalian tidak menyadari itu semua ya? Mana mungkin aku bisa membangunkan seseorang yang sudah lama dihipnotis televisi dalam satu tulisan saja. Sejak awal aku tahu bahwa misi tulisan ini untuk menyadarkan adalah misi mustahil tapi tugasku hanya menyampaikan.
Aku ingin mengatakan dua cara televisi mengaburkan batas baik dan buruk, aku juga ingin menjelaskan mengapa mereka begitu ingin menghancurkan moralmu lewat media itu tapi aku lebih suka kalau kalian mencarinya sendiri. Kalau kalian butuh bukti tentang pernyataanku ini, bacalah tulisan-tulisanku yang lain dibawah label TV dan Entertainment. Ada terlalu hal-hal teknis untuk dijelaskan.
TIDAK ADA MANFAAT
Beberapa orang yang rajin membaca blog ini sudah menyadari dampak buruk TV tapi mereka masih menonton juga. Mereka pikir masih ada acara-acara bagus yang sangat sayang jika ditinggalkan.
Masih ada Kick Andy, Mario Teguh, DW Inovator, Oprah, dan beberapa hiburan lain yang masih bisa bermanfaat. Orang-orang yang punya alasan seperti ini masih jauh lebih pintar daripada orang yang memaksakan diri mencari-cari alasan untuk mengatakan bahwa acara musik dan goyang yang mereka tonton masih punya sisi positif.
Tapi izinkanlah aku mengingatkan pada kalian yang menjawab seperti itu, kalian masih belum cukup aman. Matikan saja lah televisi itu. Hancurkan, buang dan tinggalkan. Coba cari sumber pengetahuan lain selain TV kalau kalian memang merasa pendidikan itu penting. Baca blog, ikuti kursus dan pelatihan. Dengan terlibat di kegiatan nyata kalian bisa jauh lebih sosial ketimbang duduk saja menunggu TV menyuapi apa yang ingin mereka masukkan ke dalam kepalamu.
Aku rasa tidak apa-apa kalau kita meninggalkan sedikit manfaat untuk menghindari mudharat yang lebih besar. Aku melihat TV tidaklah melakukan apa-apa kecuali:
- Membodohi anak-anak dengan kartun yang berisi pesan negatif
- Membuang-buang waktu remaja dengan musik dan hura-hura
- Mengajarkan ibu-ibu cinta harta dan dunia dengan sinetron
- Mengajari bapak yang miskin untuk berbuat kriminal lewat acara berita investigasi
- Meracuni masyarakat dengan cara-cara setan pada iklan
Aku sarankan untuk kalian yang masih tidak percaya untuk membuka link di atas satu per satu. Kalau kalian cukup pintar ayo ikut bersamaku, matikan, hancurkan dan tinggalkan televisi. Cari hiburan yang lebih bermanfaat dan lebih mudah difilter.







0 komentar:
Posting Komentar