Tadinya aku mengira apa yang kutulis dibawah label Analisis Movie hanya film-film yang penuh pesan buruk yang disisipkan secara baik sehingga terlihat sangat bagus dan keren. Tapi ternyata tidak! Malam ini aku sedang nonton The Adjustment Bureau yang kira-kira artinya Biro Penyesuaian. Aku sangat bersemangat untuk menulis malam ini karena ini film luarbiasa tentang takdir. (Aku bilang bagus, bukan benar)
Aku begitu bersemangat saat bercerita tentang takdir. Hanya saja topik takdir ini adalah salah satu topik kesukaanku yang paling sulit mencari teman ceritanya. Aku punya teman cerita untuk topik komputer, pemrograman, blog, matematika, konspirasi, mindcontroling, ketuhanan, alam ghaib dan banyak topik lainnya, tapi tak pernah berhasil menemukan satu pun orang yang bisa cukup bagus untuk menemani bicara soal takdir.
Itu sebabnya aku senang sekali begitu menyadari bahwa film The Adjustment Bureau bukanlah salah satu dari film-film membosankan yang diputar TV karena tidak punya stok lagi. Dan film itulah yang akan kubahas sekarang.
Mungkin kalian penah baca cerpenku yang berjudul Dialog Tukang Tanya. Cerpen itu menceritakan tentang seorang pemuda yang bertanya pada Tuhan pemilik kemarin, sekarang, dan esok hari. Dalam cerpen Dialog Tukang Tanya itu aku berusaha membuat kalian mengerti bahwa apa yang ditetapkan Tuhan adalah yang terbaik.
Mungkin sesuatu itu terlihat jelek menurutmu tapi apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa kau tidak tahu apa hikmah di balik semua kejadian itu. Pengubahan suatu bagian kecil dalam kehidupanmu bisa berakibat sangat besar. Pesan yang sama juga disampaikan oleh film yang sedang kutonton ini.
Setidaknya ada beberapa pesan utama yang bisa kutangkap dalam film ini.
TAKDIR ITU BERCABANG
Takdir itu banyak dan bercabang-cabang seperti pohon.
Hidup kita dipenuhi pilihan-pilihan, apa yang kita pilih nantinya akan mengarahkan kita kepada pilihan-pilihan berikutnya. Cabang-cabang ini akan terlihat seperti pohon yang sangat besar sekali jika kita menggambarkannya. Untuk bisa mengerti hal ini, aku akan memberi kalian contoh. Misalnya pagi ini kalian bingung untuk memutuskan apakah akan pergi ke bioskop atau ke kampus. Seandainya kalian memilih ke kampus, maka pilihan berikutnya mungkin saja kalian akan ditawari dosen kalian untuk jadi asdosnya. Seandainya kalian memilih ke bioskop mungkin saja kalian akan berkenalan dan bertukar nomor hp dengan seorang model terkenal.
Umar bin Khattab pernah membatalkan takdirnya untuk meninggal karena penyakit dengan membatalkan kunjungannya ke suatu daerah yang terjangkit wabah. Dia bilang, “Aku beralih dari takdir yang satu ke takdir yang lain.”
TAKDIR TELAH DITENTUKAN
Terutama di bagian yang akan menimbulkan riak efek yang sangat besar. Misalnya begini. Mungkin saja kamu menganggap kematian Nabi Muhammad itu buruk. (ini hanya tebakanku), mungkin kau merasa dunia akan lebih baik jika ia tetap terus hidup hingga kini. Tapi ketahuilah itu tidak akan begitu baik efeknya. Mungkin saja orang akan menganggapnya tukang sihir, mungkin saja tidak akan ada lagi yang kafir di dunia ini (padahal bumi tempat cobaan), mungkin saja sesuatu yang lebih buruk seperti fitnah akan bisa menimpa Islam. Who knows?
Saat suatu hal terjadi, itu karena ia memang sudah seharusnya terjadi.
Tapi ada satu hal yang harus kamu tahu...
TUHAN MAHA BERKEHENDAK
Jika ia melihat kau berusaha cukup gigih, Tuhan Maha Kuasa untuk mengubah apapun, bahkan takdirmu. Siapa yang bisa membuatmu tetap miskin saat ia sudah mengubah takdirmu dari miskin jadi kaya. Siapa yang bisa menahan rahmatNya atasmu jika kau berhasil membuat Tuhan mencintaimu dengan shalat tahajud tiap malam?
Jadi jangan sekali-kali berputus asa seperti iblis. Berjuanglah untuk mendekatiNya, berdoalah padaNya, niscaya akan Dia kabulkan. Dan jangan lupa untuk berusaha, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu berusaha untuk mengubahnya sendiri.
TUHAN SELALU BISA MENGINTERVENSI
Apa yang harus terjadi ya harus terjadi, pada film itu, bertemu dengan Elise memang lah suatu keharusan, karena jika tidak bertemu elise ia tidak akan menginspirasi orang-orang, tapi gak boleh terus bersamanya.
Film ini berusaha mengatakan kepada kita bahwa kitalah yang menentukan takdir kita sendiri. Selama apa yang kamu perbuat tidak menimbulkan riak pengaruh yang terlalu besar maka Tuhan tidak akan mengintervensimu. Tapi jika apa yang kamu lakukan terlalu berbahaya untuk masterplan alur cerita Tuhan, Dia akan mengintervensimu. Misalnya seperti yang terjadi pada seorang professor yang hampir berhasil melacak keberadaan dan hakikat ruh lewat seseorang yang sedang sakaratul maut. Saat itu Tuhan meledakkan alatnya, karena itu bisa merusak rencana besar Tuhan. Tuhan telah menetapkan bahwa perihal ruh adalah rahasianya dan karena suatu alasan yang pastinya bagus, Tuhan ingin itu tetap menjadi rahasia hingga hari kiamat nanti sehingga, Dia merasa alat itu memang harus dihancurkan (dengan intervensi Kun Fayakun-Nya)
Hal-hal yang sama mungkin akan terjadi pada saat manusia hampir berhasil menciptakan mesin waktu dan semacamnya.
Inti pesan yang sama pernah disampaikan Ustad Quraisy Shihab saat ia mengumpamakan kekuasaan Tuhan atas kekuatan manusia. Kata beliau, kekuasaan Tuhan atas manusia adalah seperti orang tua yang membiarkan anaknya bermain di kamarnya. Si anak bebas melakukan apa saja yang ia kehendaki. Tapi saat si orang tua merasa apa yang dilakukan anak itu sudah kelewatan, misalnya menggunting karpet, membakar gorden atau apapun yang dinilai mereka tidak bisa dibiarkan, maka si orang tua bisa saja mengintervensi si anak, menghentikan yang diperbuatnya dan menyelamatkan keadaan.
Setidaknya itulah poin-poin utama yang harus kalian tahu ada dalam film ini. Film ini ditutup dengan pencarian si Calon Senator Hebat yang rela meninggalkan jabatannya demi cinta dalam hatinya. Ia mencari penulis buku rencana itu (kalau dalam Islam, bisa kita bilang dia mencari penulis Lauh Mahfudz)
Ini adalah filosofi tentang orang yang mencari kebenaran dalam dirinya sendiri. Kurasa hampir setiap manusia akan mengalami fase ini. Ini cukup berat, aku belum merasakannya, tapi aku sudah tahu bagaimana beratnya mengikhlaskan apa yang kita harap menjadi milik kita. Itu sebabnya aku senantiasa bermohon agar ia memberiku cerita yang indah dan memudahkan aku untuk mensyukurinya. Film ini ditutup dengan sangat indah dan (sementara ini) aku sama sekali tidak menemukan pesan-pesan jelek yang cacat dalam film ini. (kecuali tentang cara mereka menggambarkan Tuhan dan malaikat dan kantor keTuhanan) Sehingga...
Dengan ini aku nyatakan film The Adjustment Bureau bebas dari pesan tersembunyi yang buruk boleh kalian tonton tanpa perlu khawatir tentang apapun.
NB:
Sungguh, apa yang kutulis ini belum ada apa-apanya dengan apa yang ingin aku tuangkan dari pikiranku. Aku butuh kalian memahami apa itu kesadaran level 2, 3 dan 4 sebelum aku bisa mulai cerita lebih lanjut. Nanti aku akan jelaskan di lain waktu.
Nah, sampai segitu dulu lah kurasa pesan-pesan yang terkandung dalam film the Adjustment Bureau. Tolong rekomendasikan lagi padaku film-film sejenis film ini, Inception, Now You see Me dan film-film permainan pikiran lainnya. Aku akan sangat suka mendengarnya.
Aku begitu bersemangat saat bercerita tentang takdir. Hanya saja topik takdir ini adalah salah satu topik kesukaanku yang paling sulit mencari teman ceritanya. Aku punya teman cerita untuk topik komputer, pemrograman, blog, matematika, konspirasi, mindcontroling, ketuhanan, alam ghaib dan banyak topik lainnya, tapi tak pernah berhasil menemukan satu pun orang yang bisa cukup bagus untuk menemani bicara soal takdir.
Itu sebabnya aku senang sekali begitu menyadari bahwa film The Adjustment Bureau bukanlah salah satu dari film-film membosankan yang diputar TV karena tidak punya stok lagi. Dan film itulah yang akan kubahas sekarang.
Mungkin kalian penah baca cerpenku yang berjudul Dialog Tukang Tanya. Cerpen itu menceritakan tentang seorang pemuda yang bertanya pada Tuhan pemilik kemarin, sekarang, dan esok hari. Dalam cerpen Dialog Tukang Tanya itu aku berusaha membuat kalian mengerti bahwa apa yang ditetapkan Tuhan adalah yang terbaik.
Mungkin sesuatu itu terlihat jelek menurutmu tapi apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa kau tidak tahu apa hikmah di balik semua kejadian itu. Pengubahan suatu bagian kecil dalam kehidupanmu bisa berakibat sangat besar. Pesan yang sama juga disampaikan oleh film yang sedang kutonton ini.
Setidaknya ada beberapa pesan utama yang bisa kutangkap dalam film ini.
TAKDIR ITU BERCABANG
Takdir itu banyak dan bercabang-cabang seperti pohon.
Hidup kita dipenuhi pilihan-pilihan, apa yang kita pilih nantinya akan mengarahkan kita kepada pilihan-pilihan berikutnya. Cabang-cabang ini akan terlihat seperti pohon yang sangat besar sekali jika kita menggambarkannya. Untuk bisa mengerti hal ini, aku akan memberi kalian contoh. Misalnya pagi ini kalian bingung untuk memutuskan apakah akan pergi ke bioskop atau ke kampus. Seandainya kalian memilih ke kampus, maka pilihan berikutnya mungkin saja kalian akan ditawari dosen kalian untuk jadi asdosnya. Seandainya kalian memilih ke bioskop mungkin saja kalian akan berkenalan dan bertukar nomor hp dengan seorang model terkenal.
Umar bin Khattab pernah membatalkan takdirnya untuk meninggal karena penyakit dengan membatalkan kunjungannya ke suatu daerah yang terjangkit wabah. Dia bilang, “Aku beralih dari takdir yang satu ke takdir yang lain.”
TAKDIR TELAH DITENTUKAN
Terutama di bagian yang akan menimbulkan riak efek yang sangat besar. Misalnya begini. Mungkin saja kamu menganggap kematian Nabi Muhammad itu buruk. (ini hanya tebakanku), mungkin kau merasa dunia akan lebih baik jika ia tetap terus hidup hingga kini. Tapi ketahuilah itu tidak akan begitu baik efeknya. Mungkin saja orang akan menganggapnya tukang sihir, mungkin saja tidak akan ada lagi yang kafir di dunia ini (padahal bumi tempat cobaan), mungkin saja sesuatu yang lebih buruk seperti fitnah akan bisa menimpa Islam. Who knows?
Saat suatu hal terjadi, itu karena ia memang sudah seharusnya terjadi.
Tapi ada satu hal yang harus kamu tahu...
TUHAN MAHA BERKEHENDAK
Jika ia melihat kau berusaha cukup gigih, Tuhan Maha Kuasa untuk mengubah apapun, bahkan takdirmu. Siapa yang bisa membuatmu tetap miskin saat ia sudah mengubah takdirmu dari miskin jadi kaya. Siapa yang bisa menahan rahmatNya atasmu jika kau berhasil membuat Tuhan mencintaimu dengan shalat tahajud tiap malam?
Jadi jangan sekali-kali berputus asa seperti iblis. Berjuanglah untuk mendekatiNya, berdoalah padaNya, niscaya akan Dia kabulkan. Dan jangan lupa untuk berusaha, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu berusaha untuk mengubahnya sendiri.
TUHAN SELALU BISA MENGINTERVENSI
Apa yang harus terjadi ya harus terjadi, pada film itu, bertemu dengan Elise memang lah suatu keharusan, karena jika tidak bertemu elise ia tidak akan menginspirasi orang-orang, tapi gak boleh terus bersamanya.
Film ini berusaha mengatakan kepada kita bahwa kitalah yang menentukan takdir kita sendiri. Selama apa yang kamu perbuat tidak menimbulkan riak pengaruh yang terlalu besar maka Tuhan tidak akan mengintervensimu. Tapi jika apa yang kamu lakukan terlalu berbahaya untuk masterplan alur cerita Tuhan, Dia akan mengintervensimu. Misalnya seperti yang terjadi pada seorang professor yang hampir berhasil melacak keberadaan dan hakikat ruh lewat seseorang yang sedang sakaratul maut. Saat itu Tuhan meledakkan alatnya, karena itu bisa merusak rencana besar Tuhan. Tuhan telah menetapkan bahwa perihal ruh adalah rahasianya dan karena suatu alasan yang pastinya bagus, Tuhan ingin itu tetap menjadi rahasia hingga hari kiamat nanti sehingga, Dia merasa alat itu memang harus dihancurkan (dengan intervensi Kun Fayakun-Nya)
Hal-hal yang sama mungkin akan terjadi pada saat manusia hampir berhasil menciptakan mesin waktu dan semacamnya.
Inti pesan yang sama pernah disampaikan Ustad Quraisy Shihab saat ia mengumpamakan kekuasaan Tuhan atas kekuatan manusia. Kata beliau, kekuasaan Tuhan atas manusia adalah seperti orang tua yang membiarkan anaknya bermain di kamarnya. Si anak bebas melakukan apa saja yang ia kehendaki. Tapi saat si orang tua merasa apa yang dilakukan anak itu sudah kelewatan, misalnya menggunting karpet, membakar gorden atau apapun yang dinilai mereka tidak bisa dibiarkan, maka si orang tua bisa saja mengintervensi si anak, menghentikan yang diperbuatnya dan menyelamatkan keadaan.
Setidaknya itulah poin-poin utama yang harus kalian tahu ada dalam film ini. Film ini ditutup dengan pencarian si Calon Senator Hebat yang rela meninggalkan jabatannya demi cinta dalam hatinya. Ia mencari penulis buku rencana itu (kalau dalam Islam, bisa kita bilang dia mencari penulis Lauh Mahfudz)
Ini adalah filosofi tentang orang yang mencari kebenaran dalam dirinya sendiri. Kurasa hampir setiap manusia akan mengalami fase ini. Ini cukup berat, aku belum merasakannya, tapi aku sudah tahu bagaimana beratnya mengikhlaskan apa yang kita harap menjadi milik kita. Itu sebabnya aku senantiasa bermohon agar ia memberiku cerita yang indah dan memudahkan aku untuk mensyukurinya. Film ini ditutup dengan sangat indah dan (sementara ini) aku sama sekali tidak menemukan pesan-pesan jelek yang cacat dalam film ini. (kecuali tentang cara mereka menggambarkan Tuhan dan malaikat dan kantor keTuhanan) Sehingga...
Dengan ini aku nyatakan film The Adjustment Bureau bebas dari pesan tersembunyi yang buruk boleh kalian tonton tanpa perlu khawatir tentang apapun.
NB:
Sungguh, apa yang kutulis ini belum ada apa-apanya dengan apa yang ingin aku tuangkan dari pikiranku. Aku butuh kalian memahami apa itu kesadaran level 2, 3 dan 4 sebelum aku bisa mulai cerita lebih lanjut. Nanti aku akan jelaskan di lain waktu.
Nah, sampai segitu dulu lah kurasa pesan-pesan yang terkandung dalam film the Adjustment Bureau. Tolong rekomendasikan lagi padaku film-film sejenis film ini, Inception, Now You see Me dan film-film permainan pikiran lainnya. Aku akan sangat suka mendengarnya.







0 komentar:
Posting Komentar