“Mula-Mula Malu-Malu Lama-Lama Mau.”
Kalian pernah lihat iklan kreatif A Mild yang kata-katanya keren itu kan? Sebenarnya aku suka kalimatnya tapi gambar yang perusahaan rokok itu gunakan membuat banyak hal melintas dalam pikiranku saat melihatnya. Disini aku akan menjelaskan analisis konten dan efek penyebaran iklan rokok itu secara umum.
PEMILIHAN KATA IKLAN A MILD KEREN
A Mild memang sudah lama menggunakan kata-kata kreatif sebagai kekuatan utama promosinya. Aku sudah pernah membahas iklan Go Ahead mereka dan pesan buruk yang coba mereka sampaikan lewat iklan itu di tulisan tersendiri.
Sebagai pengamat iklan, aku bisa katakan bahwa mereka benar-benar telah melakukan pekerjaan yang sangat hebat dalam iklannya kali ini. Disini, A Mild tidak menggunakan huruf apapun selain M – U – A – L. Coba perhatikan lagi deh. Keren kan?
Mereka pasti telah berusaha keras untuk mencari kalimat-kalimat sebagus ini.
Sayangnya, kalimat sebagus itu tidak mereka cari hanya supaya kamu terhibur saat membacanya. Mereka juga bahkan tidak mencarinya untuk membuat kalian ingat pada merk rokok yang mereka. Mereka mencarinya untuk tujuan yang jauh lebih buruk.
MENYEMBUNYIKAN PESAN NEGATIF
Sebenarnya tidak tepat jika kukatakan ‘menyembunyikan’ karena pesan negatif terlihat begitu jelas di iklan mereka kali ini. Jauh lebih tepat jika kukatakan mereka mencoba mengalihkan perhatian kita dengan kalimat-kalimat bagus itu.
Kalimat itu hanya mereka gunakan sebagai bungkus agar pesan negatif mereka dapat secara halus masuk ke alam bawah sadar seluruh masyarakat.
Aku tak ingin kalian mengiraku sebagai orang yang suka berlebihan dan berprasangka buruk. Itu sebabnya terlebih dahulu aku mencari-cari sisi positif yang mungkin diniatkan yang punya iklan saat menerbitkan gambar dan kalimat seperti itu. Sayangnya aku tak menemukannya. Coba kalian bantu aku mencari sisi positif iklan itu, siapa tahu ada yang terlewat olehku.
Masalahnya sampai saat ini aku tetap tidak bisa menemukan satu pun niat dan tujuan baik si perusahaan saat mereka menerbitkan iklan semacam itu. Aku yakin tidak ada tujuan lain dari penerbitan iklan itu selain untuk ...
MENGHANCURKAN MORAL PEMUDA DAN PEMUDI BANGSA
Dengan terbitnya iklan ini, seorang remaja laki-laki akan mulai menganggap bahwa ciuman dan semua hubungan laki-laki perempuan sebelum menikah bukan lagi hal yang dilarang oleh budaya dan agama.
Mereka akan berpikir di dunia ini tak ada lagi perempuan yang ingin menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Perempuan tidak menolak ciuman mereka karena takut menyalahi norma tapi hanya karena malu.
Dan selama mereka berhasil mencuri kesempatan pertama, kesempatan kedua akan menjadi lebih mudah, karena lama-lama mereka sendiri yang akan mau. Sungguh kejam perusahaan yang tega menghancurkan moral bangsa dengan cara seperti ini.
Mereka tidak mungkin tidak tahu tentang pesan negatif ini. Kalian tahu sendiri betapa pintarnya mereka merancang setiap iklannya kan? Apa mungkin mereka secara tidak sengaja memasukkan pesan negatif ini ke dalam iklannya? Aku tidak yakin.
Kalau pun mereka berdalih kalau ini adalah usaha kreatif periklanan untuk menarik perhatian, apa mereka rela membayar moral sebagai harga bagi kreativitas? Aku yakin feminis yang kemarin memperjuangkan hak mereka pakai rok mini pun akan marah jika iklan mesum seperti ini ditegakkan di setiap sudut kota.
Aku tahu apa yang mereka tampilkan tidak lain adalah gambaran kecil tentang kebobrokan moral anak muda bangsa hari ini. Tapi haruskah itu disebarluaskan lagi tanpa rasa malu? Haruskah budaya jelek itu disebarkan juga pada mereka yang belum terkontaminasi dengan membuatnya menjadi iklan yang bisa dilihat di setiap sudut jalan?
Karena itu tidak ada penjelasan lain. Perusahaan ini dan mereka yang membiarkan iklan ini terbit adalah orang yang benci budaya ketimuran dan tidak suka norma agama tegak di bumi nusantara.
PEMERINTAH HARUS TURUN TANGAN
Jika pemerintah tidak turun tangan memberantas perusahaan yang tak kapok-kapok menggerogoti moral bangsa secara perlahan seperti ini, aku bisa katakan kalau pemerintah pun mungkin telah menjadi anak buah setan.
Jika pemerintah kita benar-benar bertujuan agar rakyatnya sejahtera dan bermoral pastilah mereka tidak segan-segan menutup perusahaan setan ini. Tapi apa mau dikata, pemerintah kita tidak sesuci itu. Mereka naik dan menjabat dengan niat untuk sekadar mendapatkan uang. Bagaimana mungkin budak uang tidak tunduk pada perusahaan yang memberi mereka uang?
Aku tahu pelarangan dan penguran seperti yang pemerintah lakukan kemarin tidak akan berpengaruh banyak bagi A Mild. Aku tahu A Mild dapat dengan mudah mencari kalimat lain yang lebih bagus dan menggunakannya untuk membungkus pesan yang jauh lebih buruk lagi besok. Tapi aku sudah cukup bersyukur mereka berhenti menayangkan iklan mereka kemarin sebelum aku membakar baliho iklan mereka dengan tanganku sendiri.
Disini aku juga akan mengajak teman-teman untuk bergabung bersamaku menentang A Mild dan perusahaan setan lainnya. Boikot produk mereka dan hancurkan mereka sebisa kalian. Karena pembiaran kalian adalah pembunuhan terhadap moral berjuta anak muda penerus bangsa.
Setiap rokok yang kalian sulut telah menyebabkan promosi akan prostitusi meningkat. Apa kalian akan tetap menghisap sementara bangsa ini hancur? Tidak kan? Makanya ayo bangkit melawan.
Kita tidak akan mengandalkan pemerintah lagi jika mereka memang telah berhasil menyuap pemerintah dengan pajak rokok dan insentif lainnya. Kita dan seluruh masyarakat Indonesia lain yang masih peduli dengan moral bangsa akan berada di garis depan untuk membakar A Mild, rokoknya, iklan dan pabriknya jika mereka atau teman mereka berani menyepelekan budaya ketimuran kita dengan menayangkan iklan mesum yang kurang ajar seperti itu lagi.
Kita akan bela negara kita dari penjajah moral seperti mereka dan kita sama sekali tidak takut. Karena bukan kita yang mencemarkan nama baik mereka tapi mereka sendirilah yang telah melakukannya.
Kalian pernah lihat iklan kreatif A Mild yang kata-katanya keren itu kan? Sebenarnya aku suka kalimatnya tapi gambar yang perusahaan rokok itu gunakan membuat banyak hal melintas dalam pikiranku saat melihatnya. Disini aku akan menjelaskan analisis konten dan efek penyebaran iklan rokok itu secara umum.
PEMILIHAN KATA IKLAN A MILD KEREN
A Mild memang sudah lama menggunakan kata-kata kreatif sebagai kekuatan utama promosinya. Aku sudah pernah membahas iklan Go Ahead mereka dan pesan buruk yang coba mereka sampaikan lewat iklan itu di tulisan tersendiri.
Sebagai pengamat iklan, aku bisa katakan bahwa mereka benar-benar telah melakukan pekerjaan yang sangat hebat dalam iklannya kali ini. Disini, A Mild tidak menggunakan huruf apapun selain M – U – A – L. Coba perhatikan lagi deh. Keren kan?
“Mula-mula malu-malu lama-lama mau.”
Mereka pasti telah berusaha keras untuk mencari kalimat-kalimat sebagus ini.
Sayangnya, kalimat sebagus itu tidak mereka cari hanya supaya kamu terhibur saat membacanya. Mereka juga bahkan tidak mencarinya untuk membuat kalian ingat pada merk rokok yang mereka. Mereka mencarinya untuk tujuan yang jauh lebih buruk.
MENYEMBUNYIKAN PESAN NEGATIF
Sebenarnya tidak tepat jika kukatakan ‘menyembunyikan’ karena pesan negatif terlihat begitu jelas di iklan mereka kali ini. Jauh lebih tepat jika kukatakan mereka mencoba mengalihkan perhatian kita dengan kalimat-kalimat bagus itu.
Kalimat itu hanya mereka gunakan sebagai bungkus agar pesan negatif mereka dapat secara halus masuk ke alam bawah sadar seluruh masyarakat.
Aku tak ingin kalian mengiraku sebagai orang yang suka berlebihan dan berprasangka buruk. Itu sebabnya terlebih dahulu aku mencari-cari sisi positif yang mungkin diniatkan yang punya iklan saat menerbitkan gambar dan kalimat seperti itu. Sayangnya aku tak menemukannya. Coba kalian bantu aku mencari sisi positif iklan itu, siapa tahu ada yang terlewat olehku.
Masalahnya sampai saat ini aku tetap tidak bisa menemukan satu pun niat dan tujuan baik si perusahaan saat mereka menerbitkan iklan semacam itu. Aku yakin tidak ada tujuan lain dari penerbitan iklan itu selain untuk ...
MENGHANCURKAN MORAL PEMUDA DAN PEMUDI BANGSA
Dengan terbitnya iklan ini, seorang remaja laki-laki akan mulai menganggap bahwa ciuman dan semua hubungan laki-laki perempuan sebelum menikah bukan lagi hal yang dilarang oleh budaya dan agama.
Mereka akan berpikir di dunia ini tak ada lagi perempuan yang ingin menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Perempuan tidak menolak ciuman mereka karena takut menyalahi norma tapi hanya karena malu.
Dan selama mereka berhasil mencuri kesempatan pertama, kesempatan kedua akan menjadi lebih mudah, karena lama-lama mereka sendiri yang akan mau. Sungguh kejam perusahaan yang tega menghancurkan moral bangsa dengan cara seperti ini.
Mereka tidak mungkin tidak tahu tentang pesan negatif ini. Kalian tahu sendiri betapa pintarnya mereka merancang setiap iklannya kan? Apa mungkin mereka secara tidak sengaja memasukkan pesan negatif ini ke dalam iklannya? Aku tidak yakin.
Kalau pun mereka berdalih kalau ini adalah usaha kreatif periklanan untuk menarik perhatian, apa mereka rela membayar moral sebagai harga bagi kreativitas? Aku yakin feminis yang kemarin memperjuangkan hak mereka pakai rok mini pun akan marah jika iklan mesum seperti ini ditegakkan di setiap sudut kota.
Aku tahu apa yang mereka tampilkan tidak lain adalah gambaran kecil tentang kebobrokan moral anak muda bangsa hari ini. Tapi haruskah itu disebarluaskan lagi tanpa rasa malu? Haruskah budaya jelek itu disebarkan juga pada mereka yang belum terkontaminasi dengan membuatnya menjadi iklan yang bisa dilihat di setiap sudut jalan?
Karena itu tidak ada penjelasan lain. Perusahaan ini dan mereka yang membiarkan iklan ini terbit adalah orang yang benci budaya ketimuran dan tidak suka norma agama tegak di bumi nusantara.
PEMERINTAH HARUS TURUN TANGAN
Jika pemerintah tidak turun tangan memberantas perusahaan yang tak kapok-kapok menggerogoti moral bangsa secara perlahan seperti ini, aku bisa katakan kalau pemerintah pun mungkin telah menjadi anak buah setan.
Jika pemerintah kita benar-benar bertujuan agar rakyatnya sejahtera dan bermoral pastilah mereka tidak segan-segan menutup perusahaan setan ini. Tapi apa mau dikata, pemerintah kita tidak sesuci itu. Mereka naik dan menjabat dengan niat untuk sekadar mendapatkan uang. Bagaimana mungkin budak uang tidak tunduk pada perusahaan yang memberi mereka uang?
Aku tahu pelarangan dan penguran seperti yang pemerintah lakukan kemarin tidak akan berpengaruh banyak bagi A Mild. Aku tahu A Mild dapat dengan mudah mencari kalimat lain yang lebih bagus dan menggunakannya untuk membungkus pesan yang jauh lebih buruk lagi besok. Tapi aku sudah cukup bersyukur mereka berhenti menayangkan iklan mereka kemarin sebelum aku membakar baliho iklan mereka dengan tanganku sendiri.
Setiap rokok yang kalian sulut telah menyebabkan promosi akan prostitusi meningkat. Apa kalian akan tetap menghisap sementara bangsa ini hancur? Tidak kan? Makanya ayo bangkit melawan.
Kita tidak akan mengandalkan pemerintah lagi jika mereka memang telah berhasil menyuap pemerintah dengan pajak rokok dan insentif lainnya. Kita dan seluruh masyarakat Indonesia lain yang masih peduli dengan moral bangsa akan berada di garis depan untuk membakar A Mild, rokoknya, iklan dan pabriknya jika mereka atau teman mereka berani menyepelekan budaya ketimuran kita dengan menayangkan iklan mesum yang kurang ajar seperti itu lagi.
Kita akan bela negara kita dari penjajah moral seperti mereka dan kita sama sekali tidak takut. Karena bukan kita yang mencemarkan nama baik mereka tapi mereka sendirilah yang telah melakukannya.
# Dan jika kamu ngerasa temanmu juga harus tentang ini
klik disini untuk share dengan teman facebookmu







0 komentar:
Posting Komentar