Baru-baru ini di bioskop muncul Film Despicable Me 2 dan Minions (Baca Analisis Minions). Aku yang telah menunggunya pun ikut senang karena filmnya memang lucu. Setelah itu aneka merchandise minion bermata satu yang dikabarkan merupakan salah satu konspirasi Illuminati pun kembali tersebar di khalayak ramai.
Pernahkah kalian berpikir, mengapa belakangan ini banyak sekali muncul film-film dengan tokoh utamanya seorang penjahat. Sebut saja, MEGAMIND, DESPICABLE ME, dan WRECK IT RALPH?
Aku pernah. Dan aku tahu jawabannya. Dan jawabannya mengerikan.
Ini merupakan salah satu konspirasi besar lainnya menurut analisisku. Sebenarnya ini telah dimulai sejak cukup lama. Film Yu-Gi-Oh! Yang kusukai pun mengangkat sisi kegelapan sebagai tokoh utama. Sepertinya dewasa ini para penjahat mulai merasa iri pada dominasi aksi heroik tokoh baik.
Mereka ingin menyampaikan pesan lewat MEGAMIND, bahwa para penjahat juga bisa sama heroiknya dengan tokoh yang baik. Lewat WRECK IT RALPH mereka ingin menyampaikan pesan bahwa baik orang baik ataupun penjahat hanya perlu melakukan tugas sesuai perannya. Lewat DESPICABLE ME kita berusaha diyakinkan bahwa sebenarnya orang jahat tidaklah berbeda dengan kita semua, mereka juga punya rasa kemanusiaan sama seperti kita, hanya saja mereka punya cara berbeda. Lalu apa memang itu yang sebenarnya? Tidak
Kebaikan adalah kebaikan, kejahatan adalah kejahatan. Keduanya tak bisa disatukan. Tuhan ingin kita menjadi baik, setan ingin kita menjadi buruk. Tapi setan berusaha membuat yang baik dan yang buruk menjadi kabur, dan ini adalah salah satu caranya.
Kalian tahu kan? Adalah salah satu keahlian setan untuk bisa memoles yang buruk untuk terlihat baik? Pelacur atau PSK? Musyrik atau Dualisme? Berzina atau ML? Terasa kan? Nah, setan juga melakukannya di media Film dan lagu. Coba ingat beberapa lagu korea Bad Girl Good Girl, coba ingat lagu Rihanna, yang juga memasukkan lirik serupa, bad dan good dalam satu kalimat yang sama. Kalian tahu apa maksud ini semua?
Mereka secara bawah sadar berusaha membuat kalian menghilangkan perbedaan baik dan buruk. Mereka ingin kalian membuat kesan bahwa baik buruk adalah hal yang setara. Saat mereka berhasil nanti, orang tak akan menganggap baik dan buruk seperti positif dan negatif lagi, orang tak akan menganggap baik buruk seperti cahaya dan kegelapan lagi, melainkan hanya berbeda seperti laki-laki perempuan atau seperti kanan dan kiri. Lebih parah lagi, mereka ingin baik dan buruk hanya seperti merah dan biru. Kalian mengerti?
Kalian tak akan membenci orang yang memilih menyukai warna merah jika kalian menyukai warna biru. Ini hanya masalah pemilihan selera. Mereka berusaha membuat kalian berpikir bahwa baik dan buruk adalah kasus serupa. Mungkin sekarang kalian akan membenci orang yang tidak suka agama, tapi saat mereka berhasil nanti mempengaruhi kalian lewat film ini, kalian akan mengatakan bahwa mereka (yang tidak menjalankan agama) hanya memiliki selera yang berbeda dalam menjalani hidup. Paham?
Promosi kejahatan sebenarnya sudah lama mereka lakukan. Coba dengar lagu Britney Spears – Criminal. Coba analisis sendiri.
Satu hal yang harus tetap kalian pegang teguh adalah bahwa baik adalah baik, jahat adalah jahat. Kebaikan disukai Tuhan, Kejahatan tak disukai Tuhan. Tuhan menghendaki kita menjadi baik. Yang baik pantas untuk ganjaran, yang jahat pantas mendapat hukuman. Jika seseorang berbuat salah, maka mereka sendiri yang bertanggung jawab atas perbuatan mereka itu. (Sebaiknya kalian juga membaca Patutkah Setan Dikasihani?)
Jika suatu saat kebaikan dan keburukan tak lagi ubahnya seperti pemilihan warna merah dan biru, bacalah kembali tulisan ini. Aku setia menunggu disini.







0 komentar:
Posting Komentar