Ada sebuah perusahaan rokok yang senang sekali menyuarakan agar kita selalu mengikuti kata hati. Pesan ini sekilas tampak cukup baik tapi di sini aku akan jelaskan kenapa pesan baik itu bisa berubah jadi pesan yang sangat buruk. Penasaran? Go Ahead!
IKLAN TERBARU A MILD
Buat kamu yang bertanya, apa yang dicari dalam hidup? Dengarkan panggilan ini.
Gerakkan dunia. Jangan biarkan dunia menggerakkanmu.
Tulis kisah hidupmu. Hidup terlalu singkat untuk menjalani kisah orang lain.
Jangan pikir dua kali. Ragu-ragu tak akan pernah memberi kepastian.
Melangkahlah kemana hati ingin melangkah. Go Ahead!
Pernah lihat iklannya kan? Menurut kalian gimana? Inspiratif?
Hanya orang yang belum pernah baca tulisanku yang bilang iklan-iklan mereka inspiratif. Kalian yang tadi terlanjur menjawab iya sebaiknya jangan bilang siapa-siapa karena itu tanda bahwa kalian sangat mudah dihipnotis.
Tapi aku tidak heran jika banyak yang bilang iklan komersial A Mild 2015 itu inspiratif. Siapa yang tidak suka saat diberi kebebasan memilih jalannya sendiri? Setiap orang memang tidak seharusnya dipaksa untuk menjalani apa yang ia rasa tidak sesuai dengannya. Masalahnya, sejauh apa seseorang boleh mengira mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengannya? Tidak adakah batasan untuk itu? Tentu saja ada!
BATAS DARI KEBEBASAN
Jika seseorang memang benar-benar bebas untuk mengikuti kata hatinya, tentulah kita tidak dapat menyalahkan orang memilih untuk melanggar aturan. Apa mau dikata? Dia hanya menuruti kata hatinya. Coba bayangkan jika saat dilarang merokok seorang laki-laki berkata, “Aku kan hanya mengikuti kata hatiku.”
Kalian yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia pasti tahu kebebasan seseorang tentu dibatasi oleh kebebasan orang lain. Kebebasan seseorang untuk merokok tentu dibatasi oleh kebebasan orang lain untuk menghirup udara segar dan hidup sehat di bumi. Kebebasan seseorang untuk memiliki apa saja tentu dibatasi oleh kebebasan orang lain untuk memiliki apa menjadi haknya.
Kalian yang sadar kalau manusia ini hanya ciptaan pasti tahu tidak ada yang namanya kebebasan yang sejati. Suatu ciptaan tentulah harus tunduk pada aturan yang menciptakannya. Jika Pencipta memerintahkan agar kita tidak mengikuti apapun kecuali yang Dia perintahkan, apa kalian masih berani bilang kalian hanya mengikuti kata hati kalian?
BAIK ATAU BURUKNYA KATA HATI
Selama ini kalian sudah tahu kalau mendengarkan kata hati itu kadang-kadang baik, makanya dalam tulisan ini aku memutuskan untuk memberitahu kalian kalau kata hati itu kadang-kadang buruk.
Suara yang timbul dalam hati tidak hanya dapat berasal dari Allah dan malaikat tapi juga dapat berasal dari nafsu diri sendiri dan setan. Suara yang berasal dari dua yang pertama tentu saja cenderung bersifat baik. Sedangkan yang berasal dari dua yang terakhir cenderung bersifat buruk.
Setiap suara memang punya ciri-ciri tapi membedakannya sungguh tidaklah mudah. Meskipun begitu ingatlah, orang yang rajin mengerjakan amalan-amalan kebaikan dan hatinya bersinar karena dekat dengan Allah tentulah memiliki suara-suara hati yang lebih bersih ketimbang mereka yang selalu mengerjakan amalan-amalan yang dibenci malaikat dan disukai setan.
KESIMPULAN
Kesimpulannya, tidak semua suara hati itu buruk tapi harap diingat tidak juga semuanya baik. Jangan mencari-cari alasan untuk menuruti nafsu karena setan sangat pandai membuat pesan buruk, “Berbuatlah seenak dan sekehendak hatimu!” terdengar seperti pesan baik, “Melangkahlah kemana hati ingin melangkah!”
Selalu ingat, tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepadaNya. Karena itu janganlah kamu menjadi orang yang melampaui batas.
Baca juga: Analisis Iklan GG Mild: Break The Limit.







0 komentar:
Posting Komentar