Sekarang ini, bukan hanya sinetron dan acara berita televisi yang bisa memasukkan pesan-pesan kepada masyarakat. Iklan pun dengan waktu tayangnya yang sangat singkat bisa memasukkan pesan-pesan yang maknanya tak kalah luas.
Ada beragam iklan kreatif yang bisa kita lihat dan nikmati sekarang ini. Jika tadinya iklan hanya menampilkan pesan seperti belilah produk kami, sekarang mereka cukup menghibur untuk membuat kita ikut tertawa, kagum, sedih, dan penasaran seperti iklan Axe, Djarum, dan AXIS. Jika tadinya iklan harus berusaha cukup keras untuk mencari dan menarik perhatian orang, sekarang sudah ada iklan-iklan yang jinglenya diburu dan videonya diunduh orang, seperti iklan tropicana slim. Pencapaian hebat kan?
Aku sendiri salut dengan perkembangan kreativitas para pembuat iklan, terutama iklan rokok. Larangan menampilkan produk mereka dalam iklan tidak menjadikan mereka melemah tapi justru malah melejitkan kreativitas. Dalam iklan rokok, tokoh-tokohnya dibuat terlihat sangat keren dengan dengan aspek-aspek kejantanan, keberanian dan kemapanan. Dalam iklan mereka kita akan sering melihat mobil dan barang mewah lainnya supaya kita berpikir bahwa orang yang menggunakan produk mereka kesannya keren. Padahal yang beli rokok di warung-warung itu biasanya tukang becak sama tukang judi kalau di dekat rumahku. Itu pun pakaian mereka jelek sekali. Kenapa bukan mereka yang jadi bintang iklan ya? Haha.
Begitulah, iklan mampu mengubah kesan jelek suatu benda jadi baik dan inilah yang paling berbahaya sebenarnya. Jika tadinya kamu merasa harus waspada dengan film dan isinya saja, sekarang kamu juga tidak boleh duduk dan hanya tertawa saat melihat iklan-iklan yang kurang mendidik atau tidak cocok dengan nilai-nilai kebudayaan bangsa kita.
Ada banyak sekali contoh iklan seperti ini, sebut saja iklan KB, iklan anti-HIV, iklan dodot anak bayi, iklan rokok dan iklan yang jus, pokoknya segala macam iklan yang memasukkan unsur-unsur jelek seperti pornografi atau yang konten lainnya yang sifatnya dewasa. Selain kita harus waspada dengan efek subliminal message (pesan bawah sadar) televisi, kita juga harus waspada pada isi konten zahirnya yang masih jelas terlihat mata (walaupun tak begitu jelas terlihat akal).
Masalahnya adalah tidak semua orang bisa melihat dengan jelas pesan-pesan negatif yang tersembunyi dalam iklan-iklan ini. Itu sebabnya saya dan beberapa teman-teman yang mulai sadar tergerak untuk menuliskan beberapa analisis konten atas iklan-iklan yang dianggap janggal dan berbahaya.
ANALISIS KONTEN IKLAN
Sebenarnya ada dua jenis analisis yang dapat digunakan dalam menganalisis iklan, yaitu:
1. Analisis Video
2. Analisis Konten
Analisis video mencakup tentang sudut kamera yang dipakai, durasi iklan, angle of view, alur cerita iklannya dan jenis iklannya. Analisis inilah yang biasa dipelajari oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV).
Sementara analisis konten mencakup analisis semiotik bahasa yang digunakan, nilai budaya yang terkandung dalam iklan dan lebih membahas tentang effect dan impact yang diberikannya lewat kata dan video yang dilihat masyarakat. Bagi masyarakat, analisis yang kedua inilah yang sebenarnya lebih penting. Dan analisis jenis inilah yang kami gunakan.
Diantara beberapa tulisan yang kami hasilkan adalah:
- Iklan Kecap Malika :::: http://mandhut.wordpress.com/2013/09/24/mallika-tapi-bukan-nama-orang/
- Iklan Dodot Bayi :::: http://fadliyaninst.blogspot.com/2013/12/iklan-dot-dodo.html
- Iklan Tumpeh-tumpeh :::: kak lita punya
- Iklan Kompas :::: http://edisipertama.blogdetik.com/2013/12/21/iklan-kompas-bukan-yang-terkeren-tapi-bagus/
- Iklan Operator Seluler :::: http://nuruldhilah.blogspot.com/2011/12/kali-ini-gue-akan-bahas-tentang-iklan.html
Diantara iklan-iklan yang dianalisis di atas ada yang sifatnya lucu, kreatif dan provokatif. Tidak semuanya bermuatan negatif dan punya pesan tersembunyi yang jelek. Dengan mulai menulis analisis tentang iklan-iklan ini, kami berharap masyarakat bisa lebih sadar bahwa iklan belum menampilkan seluruh fakta yang dibutuhkan masyarakat dan iklan juga mungkin saja memiliki pesan jelek yang tidak pantas diserap oleh mereka yang mudah dipengaruhi TV.
Jadi disini aku ingin mengajak pembaca sekalian untuk lebih awas dengan iklan-iklan berbahaya. Baca selalu analisis iklan terbaru untuk meningkatkan kesadaran akan perang pemikiran dengan budaya asing ini. Dan jangan lupa untuk mematikan televisi sedapat mungkin.







0 komentar:
Posting Komentar