Selasa, 23 Februari 2016
Selasa, 19 Januari 2016
Dahsyatnya Pembodohan Anak Negeri lewat Musik
Ketika sedang membahas bab Logika Matematika, aku pernah bertanya pada murid-muridku apakah ada diantara mereka yang bisa memberi contoh proposisi disjungsi. Salah seorang dari mereka tunjuk tangan dan menjawab, “Yanto adalah seorang anak alay atau dia tidak suka nonton Dahsyat.”
Sabtu, 31 Oktober 2015
Dampak Negatif Penyiaran Berita Kriminal
Kali ini bukan tentang keburukan sinetron dan infotainment yang setiap saat menggunjing. Bukan juga tentang acara hiburan hura-hura yang mencampurkan musik, artis penzina, artis pemabuk dan ustad dalam satu panggung yang sama. Kali ini aku akan membahas soal dampak negatif penyiaran berita di televisi.
Aku kira kita semua sepakat bahwa berita adalah acara paling putih dan bebas nilai dari semua acara lainnya di televisi. Itu sebabnya kita semua tidak menyangka pada akhirnya acara berita juga harus dikritik oleh kritikus kenamaan, Habib Asyrafy.
Jumat, 30 Oktober 2015
Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan
Kalian sudah nonton Minions? Gimana pesan moralnya? Ada nggak?
Banyaknya pesan negatif yang para zionis itu masukkan ke dalam film Despicable Me membuatku ragu Minions pantas untuk dijadikan tontonan. Bagiku sebuah bacaan atau tontonan walaupun cuma sebatas hiburan haruslah memberi manfaat atau setidaknya tidak memberikan dampak buruk.
Banyaknya pesan negatif yang para zionis itu masukkan ke dalam film Despicable Me membuatku ragu Minions pantas untuk dijadikan tontonan. Bagiku sebuah bacaan atau tontonan walaupun cuma sebatas hiburan haruslah memberi manfaat atau setidaknya tidak memberikan dampak buruk.
Kamis, 29 Oktober 2015
Kenapa Kamu Harus Hancurkan Televisi?
Kamu pasti bertanya kenapa acara televisi sekarang ini tidak ada yang bagus kan? Sama aku juga heran dengan kualitas program TV sekarang ini.
Disini aku tidak ingin menjelaskan mengapa begitu banyak pihak asing yang ingin menghancurkan moral bangsa lewat siara-siaran televisi. Aku tidak ingin menjelaskan betapa lemahnya perlindungan negara kita yang sanggup menjual moral kita kepada televisi asing. Aku juga tidak ingin menjelaskan bagaimana cara televisi memasukkan pesan-pesan negatifnya ke dalam kepalamu. Satu-satunya hal yang ingin aku ingin kamu pahami adalah mengapa kita harus memarikan, menghancurkan dan meninggalkan televisi sekarang juga.
Rabu, 28 Oktober 2015
Film Horor Tontonan Orang-Tidak Berpendidikan
Aku teringat pada seorang temanku yang suka nonton film horor. Film yang menurut tidak ada enaknya. Aku tidak sedang menceritakan film horor Indonesia yang cuma menjual paha dan dada ayam-ayaman tanpa ada kualitas efek yang bagus atau bahkan alur yang bagus. Aku sedang menceritakan film-film horor yang beneran horor Thailand, Hollywood dan Jepang. (Bahkan film Thailand mampu mengalahkan perfilman Indonesia)















